Postingan
Menampilkan postingan dari September, 2020
T7. Hubungan good governance dan penegakan hukum
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
T6. Analisis pelayanan prima oleh pemerintahan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
LAPORAN ANALISIS PELAYANAN PRIMA OLEH PEMERINTAH DI SUSUN OLEH : NAMA :Bima Bagus Prayogi KELAS :XII-TKRO-1 ABSEN :6 SMK NEGERI 3 BUDURAN SIDOARJO TAHUN PELAJARAN 2020/2021 KATA PENGANTAR Assalamualaikum wr. Wb Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan saya kemudahan sehingga Saya dapat menyelesaikan tugas dari Bapak Budi Eka Santoso sehingga saya dapat menyelesaikan Laporan ini. Saya mengucapkan syukur kepada Allah SWT atas nikmat sehat-Nya baik itu berupa sehat fisik maupun pikiran, sehingga saya mampu menyelesaikan Laporan dengan judul “Analisa Pelayanan Prima oleh Pemerintah”. Saya menyadari bahwa Laporan ini jauh dari kata sempurna karena sempurna hanya milik Allah SWT. Sehingga masih banyak terdapat kesalahan dan kekurangan didalamnya untuk itu, Saya mengharapkan kritik dan saran untuk Laporan ini agar Laporan ini akan menjadi lebih baik lagi. Apabila terdapat kesalahan saya mohon maaf sebesar-besarnya. Demikian, semog...
T4. Infografis perlindungan dan penegakan hukum
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Tugas 2 Analisis video penegakan HAM di Indonesia
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
A. Latar belakang Pembantaian di Indonesia 1965-1966 adalah peristiwa pembantaian orang orang yang dituduh komunis di Indonesia pada orde baru, setidaknya ada setengah juta dibantai oleh komando angkatan bersenjata memperkirakan 450.000-500.000 jiwa dibantai. PKI merupakan partai komunis terbesar ketiga didunia kadernya berjumlah 300.000 anggotanya sekitar 2juta orang. PKI juga mengatur serikat buruh buruh.. Dukungan terhadap kepresidenan Soekarno bergantung pada koalisi "Nasakom"antara kelompok agama, militer, dan komunisme ketegangan mulai menyelimuti perpolitikan Indonesia pada awal dan pertengahan tahun 1960. Pada tanggah 1 Oktober 1965, 6 jendral dan 1 perwira menengah di bunuh oleh kelompok yang menyebut mereka dewan revolusi, namun Soeharto menamainya Gerakan 30 September. Maka pemimpin utama militer Indonesia tewas/ hilang, sehingga Soeharto mengambil alih komando angkatan bersenjata (Dilakukan dengan inisiatif sendiri tanpa koordinasi dengan presiden Soekarno selaku...